Presiden Jokowi Berorasi di Acara Dies Natalis Undip, Ternyata Ini Topik Pembicaraannya

JOKOWIUNDIP

Presiden Joko Widodomenghadiri puncak perayaan Dies Natalis ke 60 Universitas Diponegoro Semarang.

Presiden Jokowi memberikan motivasi dan mengajak sekitar 9.000 mahasiswa untuk memahami perubahan global.

Presiden Joko Widodo menyampaikan orasinya di Stadion Universitas Diponegoro, Selasa (17/10/2017).

Acara tersebut bertemakan ‘Menuju Undip Sebagai Universitas 500 Besar Ranking Dunia’ dengan subtema ‘Riset Untuk Rakyat’.

Joko Widodo dalam orasinya mengatakan mahasiswa harus mampu mengikuti arah perubahan global dan memiliki etos kerja yang tinggi.

“Mahasiswa harus punya jiwa kreatif, paling penting anti korupsi. Karena Indonesia telah banyak tertinggal dari negara lain. Khususnya di bagian infrastruktur jauh tertinggal dari negara lain. Selama 35 tahun hanya bisa membangun 780 km sedangkan Tiongkok setahun bisa membangun 4.000 km,” kata Jokowi saat menyampaikan orasinya di depan ribuan mahasiswa.

Joko Widodo menghimbau universitas harus menjadi alat perubahan ke arah teknologi. Menurutnya teknologi menjadi dasar dari berbagai bidang di era modern.

“Sekarang ini masyarakat Indonesia sudah mulai meninggalkan hal-hal konvensional seperti toko konvensional beralih ke online, pesan makanan sekarang online. Saya saja pesan sate dan gado-gado pakai Go-Jek apalagi mahasiswa,” kelakar Presiden.

Dalam orasinya, Jokowi berharap agar universitas mampu menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan menciptakan inovasi-inovasi yang berguna bagi masyarakat luas.

 

“SDM adalah kunci utama menghadapi perubahan. Tanpa SDM yang kuat Indonesia tidak akan mampu bersaing dengan negara lain. Saya dan para menteri terus meningkatkan sisi SDM dengan terus membangun sekolah vokasi di berbagai daerah,” harapnya.

Pada puncak Dies Natalis ke-60 Undip, Joko Widodo juga berbincang langsung dengan pencipta alat pengawet makanan menggunakan Ozon yakni Muhammad Nur.

Selain itu, Rektor Undip, Prof Yos Johan Utama mengungkapkan bahwa Undip telah berada di peringkat pertama dalam hal pengabdian masyarakat.

“Ini sebuah prestasi yang membanggakan Undip bisa meraih peringkat pertama di Indonesia dalam hal pengabdian masyarakat. Target kami memang ingin membuat Undip sebagai kampus riset sesuai dengan tema hari ini,” ungkap rektor Undip.

Sementara itu Ketua panitia Dies Natalis-60 yang juga dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Undip, Suharnomo menjelaskan bahwa Undip mengundang Presiden Joko Widodo merupakan waktu yang tepat.

“Kami ingin Presiden Joko Widodo melihat hasil kinerja Undip yang selaras dengan nawacita Joko Widodo yakni tingkatkan daya saing bangsa di kancah Internasional,” jelas Suharnomo.

Kehadiran Presiden Joko Widodo disambut oleh sejumlah Kabinet Kerja, sejumlah pimpinan universitas, dewan guru besar, dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

 

Sumber : http://jateng.tribunnews.com/2017/10/17/presiden-jokowi-berorasi-di-acara-dies-natalis-undip-ternyata-ini-topik-pembicaraannya

MAWANTIK “Mahasiswa Pantau Jentik”

jumantik9

Unit-unit kegiatan mahasiswa universitas diponegoro berpartisipasi dalam kegiatan pengabdian masyarakat di kelurahan bulusan pada sabtu, 30 agustus 2017. Kegiatan ini gagasan dari unit kegiatan mahasiswa (UKM) Resimen Mahasiswa dalam rangka memperingati hari ulang tahunnya yang ke 53, kegiatan ini disebut MAWANTIK “Mahasiswa Pantau Jentik” yang memilki jargon cerdas pantau jentik. UKM yang berpartisipasi seperti Racana, KSR (Korps Suka Rela) dan Wapeala menunjukan respon positif dengan berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan dilapangan. Kegiatan ini sederhana namun berdampak posistif bagi lingkungan sekitar, respon dari pihak kelurahan Bulusan, kader-kader, pihak Puskesmas Rowosari dan Dinas Kesehatan Kota sangat mendukung agar kegiatan ini mendapat perhatian lebih dan dilakuakan secara berkesinambungan.

Sebelum turun ke lapangan mahasiswa dari masing-masing UKM ini diberi penyuluhan tentang pemberantasan sarang nyamuk yang disampaikan oleh perwakilan puskesmas rowosari pada tanggal rabu, 27 agustus 2017 di Pkm Joglo Pleburan. Tujuan pemberian materi ini sebagai bekal lapangan tentang bagaimana sikap dan tindakan yang harus dilakukan mahasiswa dalam pemantauan jentik dan penegtahuan akan jenis nyamuk serta data kesehatan kota semarang, yang mana di wilayah bulusan memiliki kasus DBD yang cukup tinggi.

Kegiatan pemantauan jentik ini dilakukan guna membantu menurunkan tingkat kejadian DBD dengan mencegah jentik sebelum menjadi nyamuk dewasa. Cuaca yang sering hujan seperti saat ini sangat mendukung nyamuk berkembang biak, perlunya kesadaran tiap individu dalam menjaga kebersihan sekitar tempat tinggal agar bebas nyamuk menjadi kunci penyebaran nyamuk penyebab DBD. Partisipasi mahasiswa dlam pencegahan DBD di wilayah bulusan sangat diperlukan mengingat mahasiswa kerap menjadi korban, pola hidup serta kurangnya kesadaran mahasiswa juga menyumbang angka kejadian DBD di kota semarang.

Hal kecil namun bermanfaat besar, menjaga kebersihan diri dan lingkungan selain akan berdampak baik pada diri kita juga akan berdampak baik di lingkungan dan bagi masyarakat sekitar kita. Oleh karena itu mari kita menjadi pribadi yang peduli dan cerdas, sekecil apapun tindakan kita berarti besar pada diri dan lingkungan kita.

 

Menwa Undip Raih Juara Harapan 1 LLM Unnes 2017

LLM

 

Resimen Mahasiswa (Menwa) Satuan 901 Universitas Diponegoro (Undip) meraih juara harapan I dalam Lomba Lintas Medan VI Se-Indonesia untuk kategori putri

Nur Cholis selaku Official menyampaikan kegiatan yang diselenggararakan Menwa Universitas Negeri Semarang (Unnes) berlangsung tiga hari Jumat sampai dengan Minggu (25-27/08/2017). Undip mendelegasikan 6 orang diantaranya 3 putra dan 3 putri yaitu Seno Aji (Peternakan 2015), Risqi Nur C (Peternakan 2016), Sugiyanto (Peternakan 2016), Feni Sundari (Perpajakan 2015), Windari (Biologi 2016) dan Mei Dwi K (Peternakan 2016).

Tim putri Undip memperoleh juara harapan 1 dimana juara 1 diraih oleh UNS, juara 2 SGC, juara 3 UPGRIS, harapan 2 UMS, harapan 3 UNIMUS.

Nur Cholis mengemukakan, lomba lintas medan ini menempuh jarak kurang lebih 10 km dengan start di depan lapangan rektorat Unnes dan finish di depan Fakultas Bahasa dan Seni. Lomba ini diikuti banyak Perguruan Tinggi diantaranya UNS, UNIMUS, UMS, UPGRIS, UNIDA, UNTIRTA, UGM, PSGC dan masih banyak lagi.

Dalam Perlombaan ini tim dituntut lari beregu dengan cepat dan lengkap baik dari segi personil dan perlengkapan. Suatu kebanggan menwa Undip telah mendapatkan harapan 1 karena dengan lawan yang begitu banyak dan tanguh Undip bisa meraih juara, tegas Nur Cholis.

Semoga dengan prestasi ini, Menwa Undip semakin jaya dan mulai bangkit untuk meraih prestasi di berbagai hal. Amin

Jokowi : Negara Lain Modern Kita Baru Kereta Cepat Sudah Ramai

Presiden Joko Widodo mengatakan perubahan global menyentuh hampir semua ini kehidupan, mulai dari internet, proses pembayaran, transportasi, hingga pengelolaan ruang angkasa. Jika tidak disadari dengan cepat, Indonesia akan tertinggal dari negara lain.

“Perubahan sangat cepat sekali. Kita harus menyadari itu. Kalau tidak disadari kita bisa ditinggal, terutama menyadarkan sumber daya manusia yang kita miliki,” kata Jokowi dalam kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Jember, Jawa Timur, seperti dilansir Antara, Senin (14/8/2017)

Dalam hal transportasi misalnya, Jokowi menyebutkan, bagaimana negara lain telah memiliki alat transportasi yang lebih maju dan modern, sedangkan Indonesia baru memulai pembangunan.

“Kita baru proses membangun MRT, LRT. Baru akan memulai kereta cepat, itu saja ramai,” tutur dia.

Selain itu, kata Jokowi, perubahan lain yang juga harus diantisipasi adalah perubahan pola interaksi sosial di masyarakat. Perkembangan teknologi yang sangat cepat turut menjadi salah satu penyebab perubahan tersebut di masa mendatang.

“Orang nantinya 5-10 tahun yang akan datang tidak akan baca koran. Yang namanya generasi Y, yang mahasiswa-mahasiswa sekarang ini, 5-10 tahun yang akan datang pegangnya hanya ini (gadget). Mau cari berita tidak mau baca koran, tinggal klik dan baca online, tidak mau lihat TV lagi nantinya,” dia mencontohkan.

Jokowi mengingatkan, kurikulum pendidikan tinggi di Indonesia masih monoton dan tidak mengikuti perkembangan zaman, sehingga harus berani berinovasi.

Budaya Asing

Jokowi juga mengingatkan perubahan dunia yang begitu cepat harus diwaspadai, karena bukan tak mungkin budaya asing masuk menginfiltrasi budaya Indonesia. Karena itu, Presiden berpesan kepada mahasiswa untuk dapat mengantisipasi hal tersebut.

Jokowi juga berpesan kepada para mahasiswa agar terus menjunjung tinggi sikap saling menghormati dan menghargai antar umat beragama. Tujuannya, guna menjaga persatuan NKRI yang dianugerahi Tuhan keanekaragaman agama, suku, budaya, dan bahasa.

“Inilah anugerah Allah SWT yang diberikan kepada kita, bangsa Indonesia. Ini sudah menjadi hukum Allah, sudah menjadi takdir kita bahwa kita ini memang hidup di dalam alam keragaman yang amat banyak,” Jokowi menandaskan.

Dikutip dengan sedikit perubahan dari sumber : http://news.liputan6.com/read/3057065/jokowi-negara-lain-modern-kita-baru-kereta-cepat-sudah-ramai

 

Selamat Datang Mahasiswa Baru Universitas Diponegoro!

Senin, 08 Agustus 2016 telah dilaksanakan upacara Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Diponegoro tahun ajaran 2016. Selamat datang kami ucapkan kepada Mahasiswa Baru Undip. Dengan usaha kalian mampu memperoleh kesempatan untuk menuntut ilmu di Universitas Diponegoro ini, semoga kesempatan tersebut dapat kalian manfaatkan sebaik-baiknya dan keluar sebagai alumni yang membanggakan almamater, bangsa dan negara!

IMG_0173 IMG_0180 IMG_0183 IMG_0225 IMG_0226 IMG_0231

Menwa Undip turut berperan aktif dalam membantu kelancaran Upacara PMB kali ini. Peran Menwa selain sebagai anggota pengaman juga sebagai tim pelatih Delegasi Maba yang mewakili mahasiswa baru dalam pemasangan jas almamater, penerimaan KTM dan pembacaan sapta prasetya mahasiswa. Pelatihan Delegasi Maba itu sendiri sudah berlangsung sejak sebulan sebelum pelaksanaan upacara PMB tersebut. Serta pemilihan dilakukan dari masa mahasiswa baru melakukan kegiatan Lapor Diri yang berasal dari program Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri.IMG_0211 IMG_0245 IMG_0250 IMG_0260 IMG_0288

Staff I Pengamanan

Widya Castrena Dharma Shidda! Menwa!
Menindaklanjuti kegiatan Gladi Posko yang telah dilaksanakan beberapa hari yang lalu, materi yang telah diperoleh akan kami share. Semoga bermanfaat!

Pada Struktur Organisasi Resimen Mahasiswa Satuan 901/PD Universitas Diponegoro Komandan dan Wadan dibantu dengan enam staff, empat jajaran serta anggota. Lantas apa beda Staff dan Jajaran? Keduanya memiliki fungsi yang sama, yaitu untuk membantu komandan. Staff membantu dalam hal pelaksanaan, sedangkan jajaran dalam hal pelayanan. Pelayanan yang dimaksud yaitu turut membantu staf dalam konteks pelaksanaan kegiatan. Selain itu setiap staf memiliki tugas pokok dan fungsi yang berbeda. Disini akan dijabarkan dari tupoksi masing-masing staf tersebut.

STAFF I PENGAMANAN

Fungsi Umum dari Staff I Pengamanan yaitu :

  • Perkiraan terus menerus
  • Mengajukan saran kepada Komandan
  • Tempa keputusan jadi perintah
  • Sebarkan Perintah
  • Pengawasan

Fungsi Organik dari Staff I Pengamanan yaitu
Penyelidikan
Fungsi ini berkaitan erat dengan pengumpulan informasi yang bertujuan untuk memberikan saran kepada komandan mengenai tindakan yang sebaiknya dilakukan berkaitan dengan masalah tertentu.
Penyelidikan kedalam

  1. Melakukan kegiatan penyelidikan di dalam satuan untuk memperoleh bahan keterangan dan informasi tentang  adanya pelanggaran yang akan ditimbulkan anggota.
  2. Melakukan kegiatan penyelidikan bagi anggota yang melakukan pelanggaran dengan cara melakukan pengusutan guna memperoleh bahan keterangan dan informasi  untuk  penyelesaian selanjutnya sesuai dengan prosedur.
  3. Melakukan penyelidikan di dalam satuan guna cegah dini timbulnya kerugian personel dan materiil.

Penyelidikan keluar

  1. Melakukan penyelidikan di luar satuan guna memperoleh bahan keterangan dan informasi tentang adanya pelanggaran yang akan ditimbulkan oleh anggota satuan.
  2. Melakukan penyelidikan di luar satuan guna memperoleh bahan keterangan dan informasi untuk menyelesaikan pelanggaran yang dilakukan oleh anggota  yang dilakukan di luar satuan.
  3. Melaksanakan kegiatan penyelidikan di luar satuan guna memperoleh bahan keterangan dan informasi adanya kerawanan yang akan timbul diluar satuan yang mungkin dapat mengancam keamanan satuan.


Pengamanan
Fungsi ini dapat dikatakan untuk menjaga keamanan Satuan, baik dalam bentuk informasi, personil maupun materil.
Pengamanan personel

  1. Mencegah berkembangnya isu negatif disekitar satuan yang dapat merusak kesatuan dan persatuan dengan memberikan penerangan pasukan secara terus menerus kepada seluruh anggota dan keluarganya sesuai informasi yang benar.
  2. Melakukan pencatatan dan pengawasan terhadap para tamu yang masuk kesatriaan guna mencegah pengaruh negatif terhadap seluruh anggota dan keluarganya.
  3. Melaksanakan pemeriksaan dan pengecekan persyaratan administrasi terhadap para calon isteri anggota, dikoordinasikan dengan aparat yang terkait pada saat menyelesaikan administrasi persyaratan pernikahan.
  4. Unsur pimpinan melaksanakan pengawasan melekat terhadap satuan melalui pemeriksaan rutin maupun insidentil.
  5. Menindak tegas setiap pelanggaran yang dilakukan oleh anggota/personel
  6. Meningkatkan upaya pengamanan personel melalui tindakan:
  7. Meningkatkan fungsi dan peran Provost guna pengawasan terhadap anggota yang di dalam maupun yang di luar satuan.
  8. Memberikan penerangan tata cara berlalu lintas untuk memotivasi kesadaran anggota dan masyarakat dalam berlalu lintas.
  9. Menyelenggarakan penyuluhan terpadu bersama aparat yang terkait tentang Kamtibmas, Hukum dan Bela Negara kepada masyarakat.

Penggalangan
Fungsi ini berguna untuk melakukan pengumpulan sumber daya, baik personil, informasi maupun materil 

Galdi Posko dan Rakerta

Resimen Mahasiswa Satuan 901/PD baru saja melaksanakan agenda Gladi Posko dan Rakerta pada tanggal 20 sampai 22 Maret 2015 kemarin. Kegiatan Gladi Posko merupakan kegiatan yang bertujuan sebagai pelatihan skill staff jajaran dan anggota Menwa Undip untuk merencanakan, dan mengatur suatu kegiatan dalam bentuk simulasi dalam batas waktu singkat tetapi dapat tersusun secara terperinci. 

Gladi posko sendiri dilakasanakan pada tanggal 21 Maret, sedangkan pada hari sebelumnya diadakan pemberian materi mengenai tupoksi masing-masing staff dan jajaran. Pemberian materi dilakukan oleh para anggota Menwa yang telah purna yang pernah menduduki jabatan sesuai materi yang akan disampaikan. Sasarannya tentu untuk para anggota baru Yudha 38 secara khusus dan untuk pemantapan staff jajaran lagi pada umumnya.

Kemudian pada tanggal 22 Maret dilaksanakan agenda Rakerta. Pada saat Rakerta masing-masing staff jajaran melakukan presentasi mengenai rencana program kerja yang telah dibuat. Hal ini selain bertujuan untuk menjelaskan kepada unsur pimpinan berkaitan dengan persetujuan kegiatan, juga untuk memberikan gambaran mengenai kegiatan yang akan dilakasanakan kepada para anggota Yudha 38 yang merupakan anggota baru dalam kepengurusan tahun ini.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu berakhir pada pukul 15.00 dan tentunya diucapan terima kasih banyak kepada pemateri yang telah meluangkan waktu dan membagi ilmunya dalam Gladi Posko, semoga bermanfaat bagi pelaksanaan kegiatan satuan kedepan nya, dan selamat atas program kerja yang telah disusun satu tahun kedepan, semoga dapat berjalan dengan baik. 

Pembaretan Yudha XXXVIII


 “Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup di masa pancaroba, tetaplah bersemangat elang rajawali “. (Presiden Soekarno, Pidato HUT Proklamasi, 1949)

 Tetaplah bersemangat elang rajawali. Hargai setiap perjuangan yang telah kalian lakukan. Kenakan baret ungu dengan kebanggaan, jadilah generasi yang mulia, berpengetahuan dan terpelajar, seperti falsafahnya.

Selamat bergabung adik-adik Yudha XXXVIII. Mari berproses bersama, mengemban amanah bersama. Hormati seniormu, hargai rekan satu yudhamu dan bimbing adik juniormu kelak. Karena kalianlah yang nantinya akan mengisi posisi-posisi para seniormu, sebagai seorang pemimpin.