Catatan Najwa : “Pilihlah Aku Jadi Calegmu” Pemimpin, Politisi, Dan Kebijakan Student Loan Di Mata Menteri

S_7825115523205-300x225Semarang, Momentum- Narasi TV adalah salah satu channel start-up yang didirikan oleh Najwa Shihab. Pada kesempatan ini, Jumat (20/04/2018), Undip menjadi tempat Catatan Najwa, salah satu program Narasi TV yang sebelumnya telah bertandang ke daerah wilayah timur yaitu Ambon. “Pilihlah aku jadi Calegmu” menjadi tema bahasan selama Narasi Roadshow hari kedua ini dilaksanakan. Open gate dibuka sejak pukul 13.00 WIB dan acara dimulai pukul 14.00 WIB. Kedatangan Najwa Shihab ke Semarang khususnya Undip sebagai tuan rumah membuat ribuan peserta akhirnya berhasil memenuhi ruangan auditorium Prof. Soedarto Undip setelah sabar menunggu dalam antrian panjang. Continue reading Catatan Najwa : “Pilihlah Aku Jadi Calegmu” Pemimpin, Politisi, Dan Kebijakan Student Loan Di Mata Menteri

Sri Mulyani Beri Kuliah Umum di Dies Natalis FEB Undip

SEMARANG – Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani menjadi pemateri Kuliah Umum dalam rangka Dies Natalis Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip) ke-58 di Auditorium Prof Sudarto, Senin (9/4). Sri Mulyani mewanti-wanti agar mahasiswa Undip bersiap menghadapi tahun 2045 mendatang.
Dikatakannya, pada 2045 mendatang perubahan zaman akan terjadi sangat signifikan. Perubahan tersebut dipengaruhi oleh pesatnya kemajuan teknologi yang saat ini terjadi.

“Penduduk Indonesia bisa saja mencapai 300 juta dan pulau Jawa berkontribusi 57 persen. Kita harus bersiap-siap dengan keadaan ini, terutama masalah tenaga kerja yang semakin sempit karena diganti robot serta perubahan iklim ekonomi, sosial, budaya, politik, keamanan dan lain-lain,” paparnya.
Dia mencontohkan, saat Sri Mulyani berkunjung ke Timur Tengah, negara di sana sudah mulai mempersiapkan kemajuan zaman. Bahkan ada satu negara yang berencana membangun gedung dengan ketinggian 1 Km.
“Mereka sudah mulai mengembangkan satu tower untuk satu kota. Kita juga harus mengantisipasi kemajuan zaman, terutama pengelolaan lingkungan dan kehidupan sosial,” imbuhnya. (ade)

Sumber https://metrojateng.com/sri-mulyani-beri-kuliah-umum-di-dies-natalis-feb-undip/

Yudha XLI Resimen Mahasiswa Mahadipa Satuan 901/PD Resmi Menjadi Resimen Indonesia

Kamis, 14 Februari 2018 Yudha XLI telah selesai melaksanakan Pendidikan Dasar di Rindam IV Diponegoro, Magelang. Sebelum memberangkatkan yudha XLI ke tempat pendidikan, mereka di karantina terlebih dahulu selama kurang lebih 2 hari dari tanggal 1 sampai 3 Februari 2018 bertempat di makosat Satuan 901/PD Universitas Diponegoro yaitu Jl. Imam Bardjo SH, No. 2, Pleburan, Semarang. Di sini mereka disiapkan mental dan fisik untuk persiapan Pendidikan di sana.

Sabtu, 3 Februari 2018 Yudha XLI pemberangkatan ke Rindam IV Diponegoro, Magelang. di sana mereka didik menngenai mental, fisik dan penngetahuan. Seperti; IMPK, KESLAP, bongkar pasang senjata, PBB, senam senjata dan lain sebagainya. selama kurang lebih 10 hari pendidikan, yudha XLI satuan 901/PD UNDIP  kembali Satuan untuk melakasanakan upacara penutupan pembaretan atau sekaligus peresmian Yudha XLI menjadi REsimen Mahasiswa Indonesia dari tradisi satuan 901/PD Universitas Diponegoro.

“Selamat kepada yudha XLI Satuan 901/PD Universitas Diponegoro  ini bukan sebuah akhir melainkan awal sebuah perjuangan, semangat semoga amanah dan tanggung jawab sampai akhir.”

Presiden Jokowi Berorasi di Acara Dies Natalis Undip, Ternyata Ini Topik Pembicaraannya

JOKOWIUNDIP

Presiden Joko Widodomenghadiri puncak perayaan Dies Natalis ke 60 Universitas Diponegoro Semarang.

Presiden Jokowi memberikan motivasi dan mengajak sekitar 9.000 mahasiswa untuk memahami perubahan global.

Presiden Joko Widodo menyampaikan orasinya di Stadion Universitas Diponegoro, Selasa (17/10/2017).

Acara tersebut bertemakan ‘Menuju Undip Sebagai Universitas 500 Besar Ranking Dunia’ dengan subtema ‘Riset Untuk Rakyat’.

Joko Widodo dalam orasinya mengatakan mahasiswa harus mampu mengikuti arah perubahan global dan memiliki etos kerja yang tinggi.

“Mahasiswa harus punya jiwa kreatif, paling penting anti korupsi. Karena Indonesia telah banyak tertinggal dari negara lain. Khususnya di bagian infrastruktur jauh tertinggal dari negara lain. Selama 35 tahun hanya bisa membangun 780 km sedangkan Tiongkok setahun bisa membangun 4.000 km,” kata Jokowi saat menyampaikan orasinya di depan ribuan mahasiswa.

Joko Widodo menghimbau universitas harus menjadi alat perubahan ke arah teknologi. Menurutnya teknologi menjadi dasar dari berbagai bidang di era modern.

“Sekarang ini masyarakat Indonesia sudah mulai meninggalkan hal-hal konvensional seperti toko konvensional beralih ke online, pesan makanan sekarang online. Saya saja pesan sate dan gado-gado pakai Go-Jek apalagi mahasiswa,” kelakar Presiden.

Dalam orasinya, Jokowi berharap agar universitas mampu menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan menciptakan inovasi-inovasi yang berguna bagi masyarakat luas.

 

“SDM adalah kunci utama menghadapi perubahan. Tanpa SDM yang kuat Indonesia tidak akan mampu bersaing dengan negara lain. Saya dan para menteri terus meningkatkan sisi SDM dengan terus membangun sekolah vokasi di berbagai daerah,” harapnya.

Pada puncak Dies Natalis ke-60 Undip, Joko Widodo juga berbincang langsung dengan pencipta alat pengawet makanan menggunakan Ozon yakni Muhammad Nur.

Selain itu, Rektor Undip, Prof Yos Johan Utama mengungkapkan bahwa Undip telah berada di peringkat pertama dalam hal pengabdian masyarakat.

“Ini sebuah prestasi yang membanggakan Undip bisa meraih peringkat pertama di Indonesia dalam hal pengabdian masyarakat. Target kami memang ingin membuat Undip sebagai kampus riset sesuai dengan tema hari ini,” ungkap rektor Undip.

Sementara itu Ketua panitia Dies Natalis-60 yang juga dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Undip, Suharnomo menjelaskan bahwa Undip mengundang Presiden Joko Widodo merupakan waktu yang tepat.

“Kami ingin Presiden Joko Widodo melihat hasil kinerja Undip yang selaras dengan nawacita Joko Widodo yakni tingkatkan daya saing bangsa di kancah Internasional,” jelas Suharnomo.

Kehadiran Presiden Joko Widodo disambut oleh sejumlah Kabinet Kerja, sejumlah pimpinan universitas, dewan guru besar, dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

 

Sumber : http://jateng.tribunnews.com/2017/10/17/presiden-jokowi-berorasi-di-acara-dies-natalis-undip-ternyata-ini-topik-pembicaraannya

MAWANTIK “Mahasiswa Pantau Jentik”

jumantik9

Unit-unit kegiatan mahasiswa universitas diponegoro berpartisipasi dalam kegiatan pengabdian masyarakat di kelurahan bulusan pada sabtu, 30 agustus 2017. Kegiatan ini gagasan dari unit kegiatan mahasiswa (UKM) Resimen Mahasiswa dalam rangka memperingati hari ulang tahunnya yang ke 53, kegiatan ini disebut MAWANTIK “Mahasiswa Pantau Jentik” yang memilki jargon cerdas pantau jentik. UKM yang berpartisipasi seperti Racana, KSR (Korps Suka Rela) dan Wapeala menunjukan respon positif dengan berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan dilapangan. Kegiatan ini sederhana namun berdampak posistif bagi lingkungan sekitar, respon dari pihak kelurahan Bulusan, kader-kader, pihak Puskesmas Rowosari dan Dinas Kesehatan Kota sangat mendukung agar kegiatan ini mendapat perhatian lebih dan dilakuakan secara berkesinambungan.

Sebelum turun ke lapangan mahasiswa dari masing-masing UKM ini diberi penyuluhan tentang pemberantasan sarang nyamuk yang disampaikan oleh perwakilan puskesmas rowosari pada tanggal rabu, 27 agustus 2017 di Pkm Joglo Pleburan. Tujuan pemberian materi ini sebagai bekal lapangan tentang bagaimana sikap dan tindakan yang harus dilakukan mahasiswa dalam pemantauan jentik dan penegtahuan akan jenis nyamuk serta data kesehatan kota semarang, yang mana di wilayah bulusan memiliki kasus DBD yang cukup tinggi.

Kegiatan pemantauan jentik ini dilakukan guna membantu menurunkan tingkat kejadian DBD dengan mencegah jentik sebelum menjadi nyamuk dewasa. Cuaca yang sering hujan seperti saat ini sangat mendukung nyamuk berkembang biak, perlunya kesadaran tiap individu dalam menjaga kebersihan sekitar tempat tinggal agar bebas nyamuk menjadi kunci penyebaran nyamuk penyebab DBD. Partisipasi mahasiswa dlam pencegahan DBD di wilayah bulusan sangat diperlukan mengingat mahasiswa kerap menjadi korban, pola hidup serta kurangnya kesadaran mahasiswa juga menyumbang angka kejadian DBD di kota semarang.

Hal kecil namun bermanfaat besar, menjaga kebersihan diri dan lingkungan selain akan berdampak baik pada diri kita juga akan berdampak baik di lingkungan dan bagi masyarakat sekitar kita. Oleh karena itu mari kita menjadi pribadi yang peduli dan cerdas, sekecil apapun tindakan kita berarti besar pada diri dan lingkungan kita.

 

Menwa Undip Raih Juara Harapan 1 LLM Unnes 2017

LLM

 

Resimen Mahasiswa (Menwa) Satuan 901 Universitas Diponegoro (Undip) meraih juara harapan I dalam Lomba Lintas Medan VI Se-Indonesia untuk kategori putri

Nur Cholis selaku Official menyampaikan kegiatan yang diselenggararakan Menwa Universitas Negeri Semarang (Unnes) berlangsung tiga hari Jumat sampai dengan Minggu (25-27/08/2017). Undip mendelegasikan 6 orang diantaranya 3 putra dan 3 putri yaitu Seno Aji (Peternakan 2015), Risqi Nur C (Peternakan 2016), Sugiyanto (Peternakan 2016), Feni Sundari (Perpajakan 2015), Windari (Biologi 2016) dan Mei Dwi K (Peternakan 2016).

Tim putri Undip memperoleh juara harapan 1 dimana juara 1 diraih oleh UNS, juara 2 SGC, juara 3 UPGRIS, harapan 2 UMS, harapan 3 UNIMUS.

Nur Cholis mengemukakan, lomba lintas medan ini menempuh jarak kurang lebih 10 km dengan start di depan lapangan rektorat Unnes dan finish di depan Fakultas Bahasa dan Seni. Lomba ini diikuti banyak Perguruan Tinggi diantaranya UNS, UNIMUS, UMS, UPGRIS, UNIDA, UNTIRTA, UGM, PSGC dan masih banyak lagi.

Dalam Perlombaan ini tim dituntut lari beregu dengan cepat dan lengkap baik dari segi personil dan perlengkapan. Suatu kebanggan menwa Undip telah mendapatkan harapan 1 karena dengan lawan yang begitu banyak dan tanguh Undip bisa meraih juara, tegas Nur Cholis.

Semoga dengan prestasi ini, Menwa Undip semakin jaya dan mulai bangkit untuk meraih prestasi di berbagai hal. Amin

Jokowi : Negara Lain Modern Kita Baru Kereta Cepat Sudah Ramai

Presiden Joko Widodo mengatakan perubahan global menyentuh hampir semua ini kehidupan, mulai dari internet, proses pembayaran, transportasi, hingga pengelolaan ruang angkasa. Jika tidak disadari dengan cepat, Indonesia akan tertinggal dari negara lain.

“Perubahan sangat cepat sekali. Kita harus menyadari itu. Kalau tidak disadari kita bisa ditinggal, terutama menyadarkan sumber daya manusia yang kita miliki,” kata Jokowi dalam kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Jember, Jawa Timur, seperti dilansir Antara, Senin (14/8/2017)

Dalam hal transportasi misalnya, Jokowi menyebutkan, bagaimana negara lain telah memiliki alat transportasi yang lebih maju dan modern, sedangkan Indonesia baru memulai pembangunan.

“Kita baru proses membangun MRT, LRT. Baru akan memulai kereta cepat, itu saja ramai,” tutur dia.

Selain itu, kata Jokowi, perubahan lain yang juga harus diantisipasi adalah perubahan pola interaksi sosial di masyarakat. Perkembangan teknologi yang sangat cepat turut menjadi salah satu penyebab perubahan tersebut di masa mendatang.

“Orang nantinya 5-10 tahun yang akan datang tidak akan baca koran. Yang namanya generasi Y, yang mahasiswa-mahasiswa sekarang ini, 5-10 tahun yang akan datang pegangnya hanya ini (gadget). Mau cari berita tidak mau baca koran, tinggal klik dan baca online, tidak mau lihat TV lagi nantinya,” dia mencontohkan.

Jokowi mengingatkan, kurikulum pendidikan tinggi di Indonesia masih monoton dan tidak mengikuti perkembangan zaman, sehingga harus berani berinovasi.

Budaya Asing

Jokowi juga mengingatkan perubahan dunia yang begitu cepat harus diwaspadai, karena bukan tak mungkin budaya asing masuk menginfiltrasi budaya Indonesia. Karena itu, Presiden berpesan kepada mahasiswa untuk dapat mengantisipasi hal tersebut.

Jokowi juga berpesan kepada para mahasiswa agar terus menjunjung tinggi sikap saling menghormati dan menghargai antar umat beragama. Tujuannya, guna menjaga persatuan NKRI yang dianugerahi Tuhan keanekaragaman agama, suku, budaya, dan bahasa.

“Inilah anugerah Allah SWT yang diberikan kepada kita, bangsa Indonesia. Ini sudah menjadi hukum Allah, sudah menjadi takdir kita bahwa kita ini memang hidup di dalam alam keragaman yang amat banyak,” Jokowi menandaskan.

Dikutip dengan sedikit perubahan dari sumber : http://news.liputan6.com/read/3057065/jokowi-negara-lain-modern-kita-baru-kereta-cepat-sudah-ramai

 

Selamat Datang Mahasiswa Baru Universitas Diponegoro!

Senin, 08 Agustus 2016 telah dilaksanakan upacara Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Diponegoro tahun ajaran 2016. Selamat datang kami ucapkan kepada Mahasiswa Baru Undip. Dengan usaha kalian mampu memperoleh kesempatan untuk menuntut ilmu di Universitas Diponegoro ini, semoga kesempatan tersebut dapat kalian manfaatkan sebaik-baiknya dan keluar sebagai alumni yang membanggakan almamater, bangsa dan negara!

IMG_0173 IMG_0180 IMG_0183 IMG_0225 IMG_0226 IMG_0231

Menwa Undip turut berperan aktif dalam membantu kelancaran Upacara PMB kali ini. Peran Menwa selain sebagai anggota pengaman juga sebagai tim pelatih Delegasi Maba yang mewakili mahasiswa baru dalam pemasangan jas almamater, penerimaan KTM dan pembacaan sapta prasetya mahasiswa. Pelatihan Delegasi Maba itu sendiri sudah berlangsung sejak sebulan sebelum pelaksanaan upacara PMB tersebut. Serta pemilihan dilakukan dari masa mahasiswa baru melakukan kegiatan Lapor Diri yang berasal dari program Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri.IMG_0211 IMG_0245 IMG_0250 IMG_0260 IMG_0288